1. Pengertian Perencanaan Pembelajaran
Pengertian Perencanaan Pembelajaran dari berbagai pendapat yaitu sebagai berikut:
1) Secara
umum perencanaan pembelajaran adalah suatu kegiatan yang direncanakan dalam
hubungannya dengan proses belajar mengajar atau pembelajaran untuk
mengembangkan, evaluasi dan pemeliharaan situasi dengan fasilitas pendidikan
guna pencapaian tujuan pembelajaran.
2) Perencanaan
pembelajaran bagi Guru adalah pengambilan keputusan yang dilakukan untuk
mencapai suatu tujuan, atau biasanya disebut dengan suatu rencana yang bermakna
sebuah dokumen yang diambil dari hasil kegiatan.
3) Menurut
Smith & Ragan, perencanaan pembelajaran adalah proses sistematis dalam
mengertikan prinsip belajar dan pembelajaran ke dalam rancangan untuk bahan dan
aktivitas pembelajaran. Proses sistematis dan berfikir dalam mengartikan
prinsip belajar dan pemebelajaran ke dalam rancangan untuk bahan dan aktivitas
pemebelajaran.
4) Ely
(1979), perencanaan pada dasarnya suatu proses dan cara berfikir yang dapat membantu
menciptakan hasil yang diharapkan.
5) Kaufman
(1972), perencanaan sebagai suatu proses untuk menetapkan “ke mana harus pergi”
dan bagaimana untuk sampai ke “tempat” itu dengan cara yang paling efektif dan efisien.
6) Terry (1993), perencanaan pada dasarnya adalah penetapan pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh kelompok untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
2. Prinsip-Prinsip Perencanaan Pembelajaran
Pada pokoknya prinsip-prinsip dalam pembuatan perencanaan pembelajaran antara lain:
·
Memperhatikan karakteristik anak: Dalam
perencanaan pembelajaran (desain instruksional) harus memperhatikan kondisi
yang ada dalam diri siswa dan kondisi yang ada di luar diri siswa.
·
Berorientasi pada kurikulum yang berlaku:
Perencanaan yang dibuat oleh guru seperti dalam bentuk silabus maupun dalam
bentuk rencana pelaksanaan pembelajaran harus disusun dan dikembangkan
berdasarkan pada kurikulum yang berlaku.
·
Sistematika kegiatan pembelajaran: Urutan
kegiatan pembelajaran dikembangkan secara sistematis dengan mempertimbangkan
urutan dari yang mudah menuju yang lebih sulit, dari yang bersifat sederhana
menuju yang lebih kompleks.
·
Melengkapi perencanaan pembelajaran: Yaitu
dengan menambah instrumen-instrumen pembelajaran, misalnya lebar kerja siswa,
format isian, lembar catatan tertentu disesuaikan dengan tujuan pembelajaran
yang harus dicapai.
·
Bersifat fleksibel (dinamis): Perencanaan
pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi saat berlangsungnya
pembelajaran.
·
Berdasarkan pendekatan sistem: Artinya
setiap unsur perencanaan pembelajaran yang dikembangkan harus merupakan
kesatuan yang tidak terpisahkan dan memiliki keterpaduan.
Ada empat prinsip lain yang harus dipenuhi dalam
pembuatan perencanaan pembelajaran, di antaranya:
o
Spesifik: Selain memenuhi setiap prinsip
perencanaan pembelajaran yang telah dibahas sebelumnya, juga perencanaan
tersebut dibuat secara khusus. Kekhususan ini terutama dikaitkan dengan setiap
kompetensi dasar dan indikator yang harus dicapai oleh siswa. Dalam setiap
perencanaan selain berisi rumusan setiap komponen perencanaan pembelajaran juga
ada penambahan kekhususan yaitu jenis keterampilan mengajar yang akan
dilatihkan.
o
Operasional: Yaitu rumusan setiap unsur
dalam perencanaan pembelajaran dirumuskan dengan bahasa yang operasional dan
terstruktur. Operasionalisasi ini terutama berkaitan dengan perilaku yang harus
dicapai atau dikembangkan.
o
Sistematis: Yaitu penyusunannya dilakukan
secara logis dan berurutan dari mulai identitas mata pelajaran sampai kegiatan
evaluasi.
o
Jangka pendek: Setiap perencanaan
pembelajaran dibuat untuk setiap kali pertemuan atau latihan yang akan
dilakukan.
3. Unsur-Unsur Perencanaan Pembelajaran
Dalam menetapkan suatu rencana harus lah mengandung unsur-unsur sebagai berikut:
1). Tujuan. Suatu rencana yang akan dilaksanakan harus mempunyai tujuan yang jelas dan mempunyai batasan akan tujuan tersebut (fokus). Dalam batasan ini dirinci tentang limit waktu yang akan dipakai, bagaimana cara pencapaian tujuan tersebut dan lain sebagainya.
2). Politik. Yang dimaksud dengan politik ini adalah kewenangan, delegasi dan pertanggung jawaban dalam pelaksanaan sebuah rencana. Sehingga tujuan yang telah direncanakan akan berhasil.
3). Prosedur, merupakan urutan tindakan atau kegiatan yang terorganisir dalam rangka pencapaian tujuan tersebut.
4). Anggaran atau budget merupakan bagian yang tak terpisahkan dalam pencapaian tujuan. Anggaran ini harus dibuat serealistis mungkin, sehingga beban dari pelaksanaan ini tidak tidak lah begitu berat.
5). Program, merupakan gabungan dari politik, prosedur dan anggaran serta perlu adanya alternatif tujuan bilamana tujuan utamanya tidak tercapai sebagaimana yang diharapkan.
4. Fungsi Perencanaan Pembelajaran
Secara umum ada beberapa fungsi perencanaan pembelajaran, yaitu :
a. Fungsi kreatif
Pembelajaran dengan menggunakan perencanaan yang matang akan dapat memberikan umpan balik yang dapat menggambarkan berbagai kelemahan yang ada sehingga akan dapat meningkatkan dan memperbaiki program.
b. Fungsi Inovatif
Suatu inovasi pasti akan muncul jika direncanakan karena adanya kelemahan dan kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Kesenjangan tersebut akan dapat dipahami jika kita memahami proses yang dilaksanakan secara sistematis dan direncanakan dan diprogram secara utuh.
c. Fungsi selektif
Melalui proses perencanaan akan dapat diseleksi strategi mana yang dianggap lebih efektif dan efisien untuk dikembangkan. Fungsi selektif ini juga berkaitan dengan pemilihan materi pelajaran yang dianggap sesuai dengan tujuan pembelajaran.
d. Fungsi Komunikatif
Suatu perencanaan yang memadai harus dapat menjelaskan kepada setiap orang yang terlibat, baik guru, siswa, kepala sekolah, bahkan pihak eksternal seperti orang tua dan masyarakat. Dokumen perencanaan harus dapat mengkomunikasikan kepada setiap orang baik mengenai tujuan dan hasil yang hendak dicapai dan strategi yang dilakukan.
e. Fungsi prediktif
Perencanaan yang disusun secara benar dan akurat, dapat menggambarkan apa yang akan terjadi setelah dilakukan suatu tindakan sesuai dengan program yang telah disusun. Melalui fungsi prediktifnya, perencanaan dapat menggambarkan berbagai kesulitan yang akan terjadi, dan menggambarkan hasil yang akan diperoleh.
f. Fungsi akurasi
Melalui proses perencanaan yang matang, guru dapat mengukur setiap waktu yang diperlukan untuk menyampaikan bahan pelajaran tertentu, dapat menghitung jam pelajaran efektif.
g. Fungsi pencapaian tujuan
Mengajar bukanlah sekedar bertujuan untuk menyampaikan materi, tetapi juga membentuk manusia yang utuh yang tidak hanya berkembang dalam aspek intelektualnya saja, tetapi juga dalam sikap dan ketrampilan. Melalui perencanaan yang baik, maka proses dan hasil belajar dapat dilakukan secara seimbang.
h. Fungsi control
Mengontrol keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu proses pembelajaran. Melalui perencanaan akan dapat ditentukan sejauh mana materi pelajaran telah dapat diserap oleh siswa dan dipahami, sehingga akan dapat memberikan balikan kepada guru dalam mengembangkan program pembelajaran selanjutnya.
5. Komponen Perencanaan Pembelajaran
Menurut Masitoh dalam bukunya yang berjudul Perencanaan Pembelajaran (2005), bahwa komponen-komponen perencanaan pembelajaran diantaranya terdiri dari:
1. Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran merupakan komponen pertama dalam perencanaan pembelajaran. Tujuan mengawali komponen yang lainnya. Dalam merencanakan pembelajaran tujuan harus jelas, karena dengan tujuan yang jelas guru dapat memproyeksikan hasil belajar yang harus dicapai setelah anak belajar.
2. Isi (Materi Pembelajaran)
Materi pembelajaran merupakan unsur belajar yang penting mendapat perhatian oleh guru. Materi pelajaran merupakan medium untuk mencapai tujuan pembelajaran yang “dikonsumsi” oleh siswa. Karena itu, penentuan materi pelajaran mesti berdasarkan tujuan yang hendak dicapai, misalnya berita pengetahuan, penampilan, sikap dan pengalaman lainnya.
3. Metode
Metode adalah suatu cara yang dipergunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru dengan penggunan yang bervariasi sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan dan materi yang baik belum tentu memberikan hasil yang baik tanpa memilih dan menggunakan metode yang sesuai dengan tujuan dan materi pelajaran.
4. Media dan Sumber Belajar
Media adalah segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercifta lingkungan yang kondusif di mana penerimanya dapat melakukan proses belajar secara efesien dan efektif (Yudhi Munadi,2008 :8). Sumber belajar adalah segala sesuatu yang dapat di pergunakan sebagai tempat di mana materi sumber belajar terdapat. Menurut Nasution (2000) sumber belajar dapat berasal dari masyarakat dan kebudayaannya, ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan siswa. Pemanfaatan sumber belajar tersebut tergantung pada kreatifitas guru, waktu, biaya serta kebijakan-kebijakan lainnya. Sumber belajar tidak hanya terbatas pada bahan dan alat yang di pergunakan dalam proses pembelajaran, melainkan juga tenaga, biaya, dan fasilitas.
5. Evaluasi
Evaluasi merupakan aspek yang penting, yang berguna
untuk mengukur dan menilai seberapa jauh tujuan pembelajaran telah tercapai
atau hingga mana terdapat kemajuan siswa, dan bagaiman tingkat keberhasilan
sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut. Berdasarkan UU Sisdiknas No. 20
Tahun 2003 Pasal 58 (1) evaluasi belajar siswa dilakukan untuk memantau proses,
kemajuan, dan perbaikan hasil belajar siswa secara berkesinambungan. Untuk
melakukan evaluasi diperlukan syarat-syarat tertentu.












